Selasa, 04 Januari 2011

Semua Berita Layak Online

Samosir Miliki Berbagai Situs Menarik Wisatawan Dunia

Medan ( Berita ) : Kabupaten Samosir, Sumatera Utara memiliki berbagai situs yang berusia ratusan tahun yang diperkirakan akan menarik wisatawan dari berbagai penjuru dunia.
“Sayangnya, keberadaaan situs-situs itu belum dipromosikan secara maksimal,” kata pemerhati Samosir Osriel Limbong di Medan, Minggu [12/12].Sebenarnya, kata Osriel, Samosir akan banyak dikunjungi wisatawan, khususnya dari luar negeri dan diperkirakan akan menambah pendapatan daerah tersebut.
Hal itu disebabkan selain memiliki panorama yang sangat indah, Samosir juga memiliki sejumlah situs bersejarah dan berusia ratusan tahun.Ia mencontohkan adanya makam Raja Sidabutar, peninggalan sejarah si raja Batak di Pasubuit, patung Sigale-gale dan air tujuh rasa (aek sipitu dai).
Demikian juga dengan keberadaan Danau Sidioni di Desa Ronggur Nihuta, Kecamatan Ronggur Nihuta yang sangat unik karena berada di atas perbukitan.”Itu sangat menarik karena danaunya berada di atas bukit,” katanya.
Keberadaan situs-situs dan lokasi wisata tersebut diyakini akan menarik perhatian wisatawan, termasuk dari mancanegara, apalagi yang memiliki minat di bidang arkeologi.
“Patut dipahami, wisatawan asing bukan tertarik dengan keindahan alam, tetapi juga hal-hal yang bersejarah,” kata Osriel Limbong yang juga Ketua Persatuan Angkat Berat dan Binagara Seluruh Indonesia (PABBSI) Samosir.
Mungkin, kata Osriel, Pemkab Samosir memiliki keterbatasan untuk mempromosikan berbagai potensi wisata yang diperkirakan akan menraik minat wisatawan itu.Hal itu justru menjadi peluang bagi kalangan pengusaha, khususnya yang bergerak di bidang pariwisata untuk mempromosikan berbagai situs bersejarah tersebut.
“Sangat disayangkan jika berbagai situs itu dibiarkan begitu saja, yang seharusnya bisa dikembangkan untuk membantu kesejahteraan masyarakat setempat,” katanya.(ant)
Share
Comments are closed.

Mengembangkan Ekoturisme Danau Toba


PDF Cetak Email
Oleh: Frans Hunter Siboro
Setiap kali terbang melintasi kawasan Danau Toba dengan pesawat kecil tipe Cassa 212-200 dan CN-235 dalam perjalanan dari Medan ke Nias, saya takjub melihat keindahan Danau Toba yang luar biasa.
Pemandangan dari udara memperlihatkan hamparan air membiru terbentang luas yang dikelilingi perbukitan hijau yang menawan. Di tengah danau berukuran 1.700 meter persegi ini terdapat Pulau Samosir yang sangat indah. Pesona keindahan Danau Toba ibarat lukisan indah karya agung Sang Maha Kuasa.

Terabaikan
Tidak bisa dimungkiri bahwa Danau Toba merupakan salah satu ikon kebanggaan bangsa Indonesia khususnya masyarakat Sumatera Utara. Danau Toba yang terbentuk dari kombinasi proses vulkanologi (letusan gunung api raksasa ‘supervolcano’ Toba) dan geologi menjadi salah satu daerah wisata andalan yang memiliki beragam potensi luar biasa.
Namun di tengah berbagai potensi yang dimiliki, Danau Toba justru terabaikan dan ditelantarkan. Kondisi Danau Toba saat ini sangat memprihatinkan mulai dari pencemaran lingkungan (terutama kualitas air), perusakan cagar alam, situs warisan sejarah yang tidak terawat hingga ancaman kepunahan budaya otentik setempat.
Pencemaran semakin parah ketika budidaya ikan di keramba jaring apung berkembang hingga melebihi daya dukung (carrying capacity) lingkungan Danau Toba. Apalagi ketika beberapa perusahaan berskala besar ikut membudidayakan ikan dengan sistem ini. Sebagai contoh, pada tahun 2007 akibat maraknya keramba ikan yang tidak terkendali, tingkat pencemaran amoniak (yang ditimbulkan proses pakan ternak ikan) sudah mencapai 0,20 ppm dari sebelumnya sekitar 0,1 ppm. Sementara kandungan nitrat dalam danau meningkat dari sekitar 5 ppm menjadi 11,075 ppm.
Sementara itu perambahan hutan di daerah tangkapan air Danau Toba juga marak. Pembuangan limbah industri wisata seperti tumpukan sampah plastik juga menjadi ancaman serius. Kini Danau Toba cenderung hanya dieksploitasi untuk tujuan komersial tanpa memperhatikan keseimbangan alam, kultur lokal, dan pelestarian lingkungan.
Kondisi ini diperparah dengan minimnya perhatian pemerintah terhadap pengembangan dan pelestarian Danau Toba. Pihak Pemprovsu dan tujuh Pemkab (secara geografis administratif memiliki wilayah di kawasan Danau Toba) yang seharusnya bertanggungjawab dalam pengelolaan kawasan Danau Toba terkesan berjalan sendiri-sendiri.
Koordinasi antara Pemda sangat lemah karena para kepala daerah terkesan kurang peduli dan enggan untuk duduk bersama-sama membicarakan pengelolaan terpadu Danau yang "mambahen malungun saluhut nasa bangso" ini (syair lagu Nahum Situmorang).
Bahkan Pesta Danau Toba (PDT) sebagai kegiatan promosi kebudayaan dan pariwisata Danau Toba baru dilaksanakan kembali tahun 2008 setelah terhenti selama lebih dari sepuluh tahun.

Pengembangan Ekoturisme
Potret buruk Danau Toba yang terabaikan harus segera diakhiri. Pemerintah dan stakeholders terkait harus proaktif dan bersinergi dalam mengembangkan dan menyelamatkan potensi Danau Toba. Berbagai kepentingan dan ego sektoral harus disingkirkan demi terwujudnya kesatuan gerak dan langkah dalam menyelamatkan kawasan Danau Toba.
Untuk itu Pemprovsu harus mendorong dan memfasilitasi ketujuh Pemkab terkait dalam merancang upaya komprehensif memajukan Danau Toba. Pembentukan badan otorita khusus yang benar-benar fokus dalam mengembangkan potensi dan melestarikan Danau Toba patut dipertimbangkan mengingat pemerintah pusat telah menetapkan Danau Toba sebagai salah satu kawasan Strategis Nasional (Stranas) berdasarkan Undang-Undang No. 26 tahun 2007 tentang tata ruang.
Menindaklanjuti hal ini maka pimpinan daerah (eksekutif dan legislatif) harus proaktif melobi pemerintah pusat agar mempercepat terbitnya Perpres tentang kawasan Danau Toba.
Salah satu strategi yang tepat dalam menyelamatkan Danau Toba adalah dengan pengembangan ekoturisme secara menyeluruh di kawasan Danau Toba. Ekoturisme atau ecologycal tourism (pariwisata ekologi) berarti perjalanan wisata ke area alam yang mampu memelihara lingkungan serta bertanggungjawab untuk memelihara keberadaan manusia dan mahluk hidup di sekitarnya untuk tetap hidup aman dan nyaman dalam lingkungannya (Blangly and Megan, 1994).
Ada 5 prinsip utama ekoturisme (Cooper; 1997) yaitu 1) pariwisata yang berkonsentrasi pada penyokongan keberlanjutan pelestarian alam (sustainable), 2) bahwa lingkungan alam harus aman dan terjamin keselamatannya untuk dijadikan harta warisan bagi generasi mendatang, 3) pemeliharaan beragam mahluk yang ada di sekitarnya, baik manusia, hewan, tumbuhan dan lain-lainnya. Keragaman makhluk hidup diyakini dapat bertahan jika secara ekosistem terjaga. 4) perencanaan dan implementasi holistik sehingga harmonisasi alam dengan manusia dan totalitas lingkungannya (environmental integrity) jadi kenyataan, 5) seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan pariwisata tersebut mendapat manfaat.
Ekoturisme akan menempatkan penduduk setempat menjadi subyek utama kegiatan pariwisata Danau Toba. Inisiatif seluruh kegiatan pariwisata akan datang dari bawah (penduduk sekitar Danau Toba) karena merekalah yang paling memahami dan merasakan dampak industri pariwisata di wilayahnya masing-masing.
Pemerintah harus duduk bersama elemen masyarakat dalam mencari solusi berbagai permasalahan danau Toba. Seluruh komponen masyarakat mulai dari peternak ikan, pelaku pariwisata, petani, usaha kerajinan, budayawan lokal, hingga pelaku usaha kayu dan tambang harus ikut memikul tanggungjawab bersama mengembangkan dan menyelamatkan Danau Toba. Dengan partisipasi seluruh pihak yang didasari akal sehat dan hati nurani maka kompleksitas permasalahan Danau Toba bisa ditangani secara elegan.
Akhirnya, komitmen pemerintah dan partisipasi seluruh elemen masyarakat (komunitas lokal) akan menjadi kunci utama dalam mengembangkan dan menyelamatkan kawasan Danau Toba. •••

Liburan Tahun Baru ke Danau Toba



Liburan Tahun Baru ke Danau Toba  

Yan Asmara
01/01/2011 04:57
Liputan6.com, Simalungun: Tahun 2011 sudah datang. Bagi Anda, barangkali Danau Toba di Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara, bisa menjadi pilihan mengisi liburan tahun baru ini. Danau toba selalu menawarkan suasana yang menarik bagi wisatawan luar maupun dalam negeri.

Keindahan danau serta suasana alam nya yang sejuk membuat para wisatawan datang berkunjung dari berbagai penjuru kota, seperti Medan, Aceh, Padang, juga Pekanbaru.

Selain panorama yang indah, pengunjung bisa menikmati segarnya air danau atau sekadar duduk-duduk dan makan bersama keluarga. Bagi anak-anak, mereka juga bisa bermain pasir di tepi danau atau sepeda air.(ADO)


Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code
 

Wisata Sumut

Danau Toba Masih Dipadati Warga
Laporan wartawan KOMPAS Aufrida Wismi Warastri
Senin, 3 Januari 2011 | 18:06 WIB
KOMPAS/AUFRIDA WISMI WARASTRI
Danau Toba masih dipadati masyarakat menikmati liburan tahun baru
PARAPAT, KOMPAS.com —  Meskipun infrastruktur jalan menuju Danau Toba terus dikeluhkan karena sempit dan rusak, keindahan Danau Toba masih menjadi magnet warga untuk menghabiskan Tahun Baru di danau vulkanik itu.   
Warga masih memenuhi tepian danau untuk berenang dan menginap di hotel-hotel di Parapat, Kabupaten Simalungun. Kebanyakan pengunjung memang warga daerah lain yang mudik ke kampung halaman di Tapanuli dan sekitarnya
Pantauan Kompas, Senin (3/1/2011), menunjukkan warga masih memenuhi tepian danau untuk berenang dan menginap di hotel-hotel di Parapat, Kabupaten Simalungun. Kebanyakan pengunjung memang warga daerah lain yang mudik ke kampung halaman di Tapanuli dan sekitarnya.
Sehari sebelumnya, kepadatan kendaraan terjadi di obyek wisata Lumban Silintong, Kabupaten Toba Samosir. Kendaraan harus mengantre untuk masuk ke kawasan wisata. Banyak kendaraan yang berpelat nomor luar kota.
Br Sialagan yang ditemui di Rumah Pembuangan Soekarno di Parapat mengatakan, puncak kunjungan terjadi hari Minggu lalu. Meskipun demikian, dibandingkan tahun lalu, kunjungan tahun ini lebih sedikit.
Penataan pariwisata tetap terlihat tak teratur. Sampah wisatawan hari sebelumnya berserakan di tepi jalan dari pintu masuk Parapat hingga jalan-jalan di seputar Parapat. Tak tampak disediakan tempat sampah di lokasi wisata. Ongkos parkir di Rumah Pengasingan Soekarno di Parapat yang kini menjadi Mess Pemerintah Provinsi Sumut Rp 5.000 untuk mobil oleh petugas tak beridentitas dan tak ada bukti penerimaannya.
Suwito, petugas kebersihan di Mess Pemerintah Provinsi Sumut, mengatakan, sampah hari Senin jauh lebih sedikit dibandingkan hari Minggu. Soal tak tersedianya tempat sampah yang memadahi, Suwito mengatakan tidak tahu sebab ia hanya buruh harian yang diupah petugas dari Mess Provinsi Sumut membersihkan sampah tahun baru.
Sampah plastik, bekas minuman kaleng, dan bekas wadah mi instan gelas juga tampak berserakan di tepian danau. Sampah-sampah itu mengganggu keindahan Danau Toba.

Minggu, 02 Januari 2011

Tano Batak 299.999 Klik

Satu tahun tujuh bulan blog ini meluncur di dunia maya. Sabtu 22 November sekitar jam 6 sore kulihat counter visitor angka 300.000. Jarang saja memantau angka bulat seperti ini.

Semua diluar dugaan. Kenyataan ini membuat saya terjebak untuk tidak dapat berhenti. Ragam komentar kubaca setiap hari, ragam kepentingan di tanah kelahiran, tanah asal usul tanah leluhur batak. Mulai dari kerinduan kampung halaman, kerinduan keindahan danau toba, kerinduan nilai sosial dan budaya yang luhur dan kerinduan kesenian tradisional.
Blog ini telah menjadi ruang alternatif orang batak bercengkerama, ruang pembanding bagi suku lain untuk lebih mengenal siapa orang batak itu sebenarnya. Saya yakin dan sudah terbukti, ada yang mengunjungi blog ini yang anti kebudayaan batak, walau dia sendiri orang batak. Kepada mereka saya juga mengatakan terima kasih atas kunjungannya, karena anda angka 300.000 tergenapi.
Di tengah perjalanan blog ini, saya menetapkan sebuah misi setelah visi kutemukan. Walau saya sadar dan bertanya dalam hati, apa semua itu dapat kulakukan dengan segala keterbatasan? Tinggal di desa, bekerja sebagai petani, jangkauan internet yang jauh…
Mohon maaf, kalau kusebut dulunya saya hanya coba-coba, ikut-ikutan. Blog ini kubuat sebelum ada materi, bentuk, profil yang menuntun arahnya. Dua bulan kemudian lalau kutuangkan dalam 3 kalimat penuntun arah materi yaitu; perilaku, budaya dan lingkungan.
Sifat blog ini menjadi lokal, eksklusif dan terbatas. Ruang politik dialog agama perbedaan paham antar suku kujauhkan karena rentan menjadi area pertikaian. Biasanya blog yang memasuki area itu ratingnya langsung menanjak.
Saya juga berusaha menghindari konflik dari komentator. Walau ada beberepa yang “menyentil” saya pada sebuah komentar yang masih kubiarkan nongol, saya berusaha tidak menjawab, walau saya memiliki jawaban pembelaan diri. Biarlah dia jengkel sendiri. Emosi saya tidak terpancing karena mungkun memiliki darah tua. :D
Semula, semasih komentar masih tidak seberapa, saya masih dapat merespon semua komentator, namun saat ini tidak mungkin lagi kulakukan. Untuk anda semua yang memberikan komentar, saya memaknai dengan membaca lebih dulu semua komentar anda. Untuk tidak ada rasa kecewa bagi anda yang memberikan komentar, mohon ikutilah himbawan blog ini untuk mencantumkan nama dengan lengkap. Bila batak, cantumka marganya. Bila nama blog, dalam blog dapat ditemukenali identitas anda.
* * *
Tiga� bulan lalu saya menerima email dari Indonesia Matter pembuat mesin ranking blog Indonesia. Mesin ini kunilai kompeten karena didukung oleh mesin page rank tersohor; google, yahoo, technoraty, alexa …..
Masuk di kelompok 500 besar dari 500.000 lebih blogger Indonesia cukup membanggakan. Saat ini di posisi 323. Padahal ini blog budaya yang pengunjungnya kebanyakan orang batak. Bahhh… ini kan karena anda yang mengunjungi blog ini, jadi ranking itu milik anda.
Apa saja tulisan yang diminati di Blog ini ?
Saya membaginya dalam 4 kelompok
Kelompok Pertama, adalah mereka yang cinta kampung halaman. Pada 7 postingan yang menonjolkan kota di tanah batak dengan versi penulisan yang beda, mereka melepaskan kerinduannya melalui tulisan antara lain;
No
Judul
Dilihat (kali)
1 Kenangan di Tarutung 4.855
2 Balairung Balige 4.411
3 Batu Marpingkir Di Laguboti 4.098
4 Masihol Tu Muara 3.868
5 Monumen Perang Di Porsea 3.247
6 Bakkara Kelahiran Sang Raja 2.859
7 Marlojong di Siborongborong 1.428
Kelompok kedua, adalah mereka yang mencintai keindahan alam danau toba. Dari 6 postingan tentang pemandangan alam danau toba mendapat kunjungan antara lain ;
No
Judul
Dilihat (kali)
1 Panorama Danau Toba 26.913
2 Memandang Toba Dari Dolok Tolong 3.213
3 Memandang dari Sipinsur 3.155
4 Melayang Diatas Danau Toba 2.615
5 Pusuk Buhit 2.265
6 Sunset dari Dolok Tolong 1.065
Kelompok ketiga, adalah artikel yang menyangkut kebudayaan batak. Dari 6 jenis postingan, mendapat kunjungan antara lain ;
No
Judul
Dilihat (kali)
1 Tortor Dan Ulos 6.763
2 Gondang Batak Warisan Yg Kurang Dihargai 6.639
3 Ulos Mesa 4.426
4 Ari Batak 4.182
5 Kebudayaan Batak Diantara Putik ….. 3.891
6 Ruma Gorga Batak 3.245
Kelompok keempat, adalah cerita pendek nuansa kehidupan Batak. Dari beberpapa cerpen yang ditulis 3 orang cerpenis contributor blog ini, 6 judul yang mendapat kunjungan tertinggi antara lain;
No
Judul
Dilihat (kali)
1 Kebaya Pengantin 1.863
2 Keputusan Merlin 599
3 Cucu Panggoaran 590
4 Saur Matua Permintaan Marojahan 469
5 Mulak ma Ho Amang 465
6 Parsorion Ni Ama Ni Benget 3 456
Syukur kepada Tuhan Yang maha Esa bila blog ini dapat menghibur, mencerahkan dan melepas rindu bagi kita semua. Bersabar hatilah mereka yang selalu mencemooh kebudayaan batak yang dianggap selama ini bernilai sesat. Saya sudah terlanjur masuk ke arena ini dan akan meneruskan menemukenali kebudayaan batak yang sebenarnya, semampu saya dengan dukungan anda dan tanpa dukungan anda.
* * *
Sejak angka 300.000 dan diawali postingan ini, saya sudah bisa duduk tenang di rumah. Awalnya dari rasa kasihan istri saya yang melihat saya kemalaman dari warnet saat melakukan posting. Saya dianjurkan membeli alat yang bisa mengatasi kegelisahan hatinya. Kabel DKU untuk HP saya pun diijinkan kubeli. Harganya cukup lumayan menurut ukuran petani parhuta-huta.
TensionWindow Live Writer yang sudah lama kuinstall di komputerku mulai dapat kufungsikan mengedit postingan secara offline. Walau tidak spontan mengurangi biaya internet, angin malam sudah dapat kuhindarkan. Sambungan GPRS yang kadang ngadat kuanggap saja sama dengan kasus yang sering terjadi di warnet :D
Terima kasih kepada semua orang yang mendukung dan membuat semuanya ini menjadi mudah. Salam HORAS.

Proses dan Siklus Sistem Informasi Akuntansi

Akuntansi pada dasarnya terdiri dari tiga proses aktivitas, yaitu : mengidentifikasi, mencatat dan mengkomunikasikan kejadian ekonomi dari sebuah organisasi atau perusahaan. Proses pertama adalah identifikasi, yaitu aktivitas memilih kegiatan yang termasuk kegiatan ekonomi. Proses kedua adalah pencatatan, yaitu semua kejadian ekonomi tersebut dicatat untuk menyediakan sejarah dari kegiatan keuangan dari organisasi tersebut. Proses ketiga adalah komunikasi, yaitu informasi yang telah didapat dari identifikasi dan pencatatan tidak akan berguna bila tidak dikomunikasikan, informasi ini dikomunikasikan melalui persiapan dan distribusi dari laporan akuntansi, yang paling umum disebut laporan keuangan.Siklus akuntansi adalah tahapan kegiatan yang dilalui dalam melaksanakan kegiatan akuntansi. Proses tersebut berjalan terus menerus dan berulang kembali sehingga merupakan suatu siklus.

Akuntansi Life in The World

SIKLUS AKUNTANSI

BUKTI TRANSAKSI =====> JURNAL ======> BUKU BESAR =====> NERACA SALDO
|
^ V
| JURNAL PENYESUAIAN
| |
|____ LAPORAN KEUANGAN <====== JURNAL PENUTUP <============O


siklus akuntansi adalah sebagai berikut:
a.Pencatatan Data ke dalam dokumen sumber/bukti transaksi.
b.Penjurnalan, yaitu menganalisis dan mencatat transaksi dalam jurnal (buku harian)
c.Melakukan posting ke Buku Besar yaitu memindahkan debet dan kredit dari jurnal ke akun Buku Besar.
d.Penyusunan Neraca Saldo yaitu menyiapkan Neraca Saldo unttuk mengecek keseimbangan Buku Besar.
e.Membuat ayat jurnal penyesuaian dan memasukkan jumlahya pada Neraca Saldo.
f.Membuat ayat-ayat penutup yaitu menjurnal dan memindahbukukan ayat-ayat penutup.
g.Penyusunan Laporan Keuangan yaitu Laporan Rugi Laba, Laporaan Perubahan Modal dan Neraca.